Jakarta, 12 Februari 2026 — YKP BRI sukses menggelar acara YKP BRI Group Strategic Forum 2026 yang dihadiri oleh jajaran Pembina, Pengawas, dan Pengurus YKP BRI, serta Manajemen dari perusahaan anak BRI dan YKP BRI Group. Acara ini merupakan wadah strategis untuk penyelarasan arah kebijakan, penguatan tata kelola (governance), serta perumusan strategi investasi yang adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi tahun 2026.

Acara yang diadakan di BRILian Club Jakarta ini mengangkat tema “Strengthening Governance, The Endless Journey of YKP BRI” yang menegaskan komitmen filosofis bahwa tata kelola bukanlah sebuah destinasi akhir, melainkan sebuah perjalanan berkelanjutan untuk terus bertransformasi menjaga amanah kesejahteraan pekerja.
Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Moh. Adib selaku Ketua Pengurus YKP BRI, Beliau menekankan visi YKP BRI untuk menjadi Yayasan Kesejahteraan Pekerja yang menjadi tolak ukur (benchmark) nasional melalui penguatan Good Corporate Governance (GCG), optimalisasi sinergi BRI Group, digitalisasi sistem, dan budaya kerja bersih. Beliau juga menyampaikan capaian kinerja positif YKP BRI per Desember 2025, di mana total aset meningkat menjadi Rp11,91 triliun dan membukukan hasil usaha (profitabilitas) sebesar Rp877 miliar.

Pada kesempatan ini hadir juga Ibu Viviana Dyah Ayu R.K selaku Deputy Group CEO BRI sekaligus Pembina YKP BRI. Beliau mengapresiasi kinerja YKP BRI dan menekankan fokus tahun 2026 pada aspek streamlining perusahaan anak serta penerapan Arm’s Length Principle (prinsip kewajaran). Beliau menegaskan agar perusahaan anak tidak bergantung pada privilege induk, melainkan harus kompetitif dan mandiri. Selain itu, Beliau juga menyoroti pentingnya integrasi model "Tiga Pilar" (Bisnis, Risiko, dan Operasional) dalam setiap pengambilan keputusan strategis.
Untuk memperdalam wawasan mengenai strategi pasar dan memperkuat tata kelola, forum ini menghadirkan dua narasumber ahli dibidangnya, yaitu Bapak Achmad Friscantono dan Bapak Handy Yunianto.
Sesi pertama diisi oleh Direktur Utama Bank Victoria, Bapak Ahmad Friscantono, yang berpengalaman di bidang Treasury dan Manajemen Risiko. Dalam pemaparannya yang berjudul “Menghadapi Volatilitas Pasar melalui kerangka Tata Kelola yang Berkelanjutan” Beliau menekankan pentingnya mengubah pola pikir dari sekadar bertransaksi (dealer mentality) menjadi Stewardship, yaitu pengelolaan dana yang mengutamakan kepentingan jangka panjang seluruh pemangku kepentingan. Beliau juga memaparkan kerangka kerja Structure, Process, dan Outcome sebagai pilar utama pengawasan yang efektif.
Selanjutnya, sesi kedua dilanjutkan oleh Bapak Handy Yunianto, selaku Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas yang membahas tentang strategi portofolio di tengah transformasi ekonomi dunia. Dalam paparannya, Beliau menyoroti kondisi ekonomi global seperti fenomena Twin Deficit di Amerika Serikat serta potensi Emerging Market sebagai destinasi investasi yang menarik. Beliau memberikan pandangan komprehensif mengenai alokasi aset di instrumen obligasi dan saham untuk mengoptimalkan imbal hasil di tahun 2026. Pada pemaparannya, disampaikan mengenai tantangan dan peluang pengelolaan dana di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

Rangkaian acara ditutup dengan closing statement dari Dewan Pengawas YKP BRI, Bapak Zainuddin Thalib Burutu. Beliau mengingatkan kembali bahwa keuntungan finansial semata tidak cukup tanpa didasari oleh integritas dan kepatuhan (compliance) yang ketat. Beliau berpesan agar seluruh organ YKP BRI senantiasa menjaga independensi, menerapkan pemisahan tugas (segregation of duties), dan menghindari benturan kepentingan (conflict of interest) untuk menciptakan budaya kerja yang sehat dan profesional.
Melalui YKP BRI Group Strategic Forum ini, diharapkan seluruh elemen di lingkungan YKP BRI Group memiliki kesamaan visi dalam menghadapi tantangan volatilitas pasar, serta mampu menjaga keberlanjutan organisasi melalui tata kelola yang pruden dan terpercaya.